Berkata Syaikh dalam kitabnya “Tahrim Alatuth Tharb (Haramnya Alat-Alat Musik)” :“Telah jelas pada fasal ketujuh tentang apa-apa saja yang boleh dilagukan (dibaguskan suara) dari syi’ir dan apa-apa saja yang tidak boleh. Sebagaimana telah jelas pada (penjelasan) sebelumnya tentang haramnya alat-alat musik, semuanya kecuali duf pada hari ‘ied dan pengantinan, untuk wanita saja.Dan pada fasal yang terakhir ini (di jelaskan.–pent.) bahwasanya tidaklah boleh bertaqarrub kepada Allah kecuali sesuai dengan apa yang Allah syari’atkan. Maka bagaimana boleh bertaqarrub kepada-Nya dengan apa-apa yang di haramkan ?.
continue reading "Fatwa Syaikh Al-Albany tentang Nasyid"
Hidup di dunia ini tidaklah selamanya. Akan datang masanya kita berpisah dengan dunia berikut isinya. Perpisahan itu terjadi saat kematian menjemput, tanpa ada seorang pun yang dapat menghindar darinya. Karena Ar-Rahman telah berfirman:
كُلُّ نَفْسٍ ذَائِقَةُ الْمَوْتِ وَنَبْلُوكُمْ بِالشَّرِّ وَالْخَيْرِ فِتْنَةً وَإِلَيْنَا تُرْجَعُونَ
“Setiap yang berjiwa pasti akan merasakan mati, dan Kami menguji kalian dengan kejelekan dan kebaikan sebagai satu fitnah (ujian), dan hanya kepada Kami lah kalian akan dikembalikan.” (Al-Anbiya`: 35)
١٠٨﴾ قُلْ هَذِهِ سَبِيلِي أَدْعُو إِلَى اللَّهِ عَلَى بَصِيرَةٍ أَنَا وَمَنِ اتَّبَعَنِي وَسُبْحَانَ اللَّهِ وَمَا أَنَا مِنَ الْمُشْرِكِينَ ﴿يوسف:
Katakanlah (hai Muhammad): “Inilah jalanku, aku dan orang-orang yang mengikutiku berdakwah ke jalan Allah dengan bashirah (petunjuk dan ilmu), maha suci Allah dan aku tidak termasuk orang-orang yang musyrik.” (Yusuf: 108)
continue reading "Metode berdakwah yang diridloi Allah Ta’ala"
“Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepada kalian orang fasik membawa suatu berita, maka periksalah dengan teliti, agar kalian tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kalian menyesal dengan perbuatan itu.” (Al-Hujurat: 6)
continue reading "Al Jarh wa At Ta’dil dalam tinjauan Al Qur’an (1)"
Al Qur`an sebagai wahyu dari Allah Subhanahu wa Ta’ala sarat dengan petunjuk dan bimbingan bagi kemaslahatan manusia di dunia dan akhirat. Allah Subhanahu wa Ta’ala telah mensifatkan Al Qur`an ini dengan sifat-sifat agung lagi mulia yang berlaku untuk seluruh ayatnya.
Sifat-sifat tersebut merupakan bukti terbesar bahwa Al Qur`an merupakan landasan utama bagi seluruh disiplin ilmu yang bermanfaat demi kebaikan dunia dan akhirat.
continue reading "Al Jarh wa At Ta’dil dalam tinjauan Al Qur’an (2)"
Pengertian Al-Jarh wat Ta’dil
Secara bahasa, dengan mem-fathah-kan huruf jim (dibaca ja); jarh artinya adalah akibat atau bekas luka pada tubuh disebabkan oleh senjata. Kalau di-dhammah-kan (dibaca ju) jurh dikatakan sebagai isim dari kata kerjanya.
Doa orangtua untuk anaknya adalah salah satu doa yang paling didengar Allah Subhanahu wa Ta’ala. Maka semestinya orangtua senantiasa mengalirkan doa kebaikan bagi anak-anaknya. Orangtua juga mesti meneguhkan kesabaran jika menjumpai penyimpangan pada anak-anaknya. Bukan malah mengutuk atau mendoakan kejelekan bagi mereka.
Bila setiap orang sadar dan introspeksi, ia akan menemukan ada penyeru di dalam dirinya yang akan mengajak kepada ridha Allah Subhanahu wa Ta’ala ataupun kepada murka Allah Subhanahu wa Ta’ala. Oleh karena itu, setiap jiwa jangan sekali-kali suka mengkambinghitamkan orang lain dan hendaklah dia mengarahkan cercaan itu kepada diri sendiri.
Ada tiga penyeru yang masing-masing memiliki kekuatan besar pada diri setiap orang
Sebagian kaum laki-laki menggunakan istilah ummu Al-mu’minin (ibu bagi kaum muslimin) untuk para istrinya. Mereka berkata misalnya, “Saya pergi bersama ummul mu’minin ke tempat keluarganya” atau “Saya memberi ummul mu’minin hadiah” atau yang lainnya. Apakah penggunaan istilah ini untuk istri benar?Ini adalah perkara haram. Tidak boleh bagi seorang pun menyebut istrinya dengan sebutan ummul mu’minin karena berarti dengan begitu ia menjadi seorang nabi. Istri-istri yang disifati dengan ummahatul
continue reading "Memanggil Istri dengan Sebutan Ummul Mukmimin"
Laksamana Cheng Ho atau lebih dikenal dengan sederetan nama Cheng Ho, Hanyu Pinyin, Zhèng Hé (Wade-Giles) , atau Haji Mahmud Sam Po Kong (1371 - 1435). Cheng Ho merupakan seorang kasim Muslim, pelaut sekaligus penjelajah Cina terkenal yang melakukan beberapa penjelajahan antara 1405-1433, saat kaisar Tiongkok Yongle (berkuasa tahun 1403-1424) sebagai kaisar ketiga dari Dinasti Ming.
continue reading "Cheng Ho, Pejuang Risalah Islam yang Terkubur"
Archives
Recent Comments
- Irwan Setyawan on Run down factory visit PT. Djarum Kudus
- Irwan Setyawan on Kudus Identik dengan Rokok Kretek
- Irwan Setyawan on Cheng Ho, Pejuang Risalah Islam yang Terkubur
- naimah on Menyongsong Kematian dengan Segenap Taubat
- debie on Kudus Identik dengan Rokok Kretek
Blogroll
Recent Posts
Content
recent entries
- Fatwa Syaikh Al-Albany tentang Nasyid
- Mengingat Mati
- Metode berdakwah yang diridloi Allah Ta’ala
- Al Jarh wa At Ta’dil dalam tinjauan Al Qur’an (1)
- Al Jarh wa At Ta’dil dalam tinjauan Al Qur’an (2)
- Apa itu Al Jarh wa At Ta’dil ?
- Doaku Sepanjang Hidupmu
- Ada Yang Menyeru ke Dalam Dirimu
- Memanggil Istri dengan Sebutan Ummul Mukmimin
- Cheng Ho, Pejuang Risalah Islam yang Terkubur
Wordpress theme by Wordpress Themes & made free by Internet Marketing Center
Edit here in the footer.php

